Prancis Terancam Turun Peringkat Kredit Moody's, Ekonomi Zona Euro di Bawah Tekanan

prancis-terancam-turun-peringkat-moodys

Pemerintah Prancis kembali berada dalam sorotan lembaga pemeringkat internasional. Moody's dijadwalkan mengumumkan hasil review peringkat kredit Prancis pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, setelah pasar Amerika Serikat tutup.

$ads={1} Lembaga tersebut saat ini masih menahan peringkat Prancis di level Aa3, namun dengan status prospek negatif yang sudah disematkan sejak Oktober tahun lalu. Pasar meyakini, pemangkasan hampir pasti terjadi.

Jika benar dipangkas, maka peringkat dari Moody's akan sejajar dengan apa yang sudah dilakukan oleh S&P dan Fitch sebelumnya.

Bukan Sekadar Soal Angka Defisit

Masalah Prancis tidak hanya soal utang. Sejak hasil pemilu dini 2024 yang menciptakan parlemen terpecah tanpa kekuatan mayoritas, agenda perbaikan fiskal nyaris jalan di tempat.

Pemerintah berencana menekan defisit ke angka 5 persen dari PDB pada tahun 2027, dari posisi tahun ini yang masih 5,4 persen. Namun rencana tersebut justru ditentang di parlemen. Majelis rendah bahkan mencoret beberapa poin penghematan krusial dalam rancangan anggaran.

Di luar parlemen, situasinya juga tidak kondusif. Aksi protes akibat anggaran pendidikan yang dianggap minim dan tekanan biaya hidup berubah menjadi kericuhan. Kondisi ini membuat upaya pemerintah untuk mendorong efisiensi anggaran semakin sulit.

Ditambah lagi, ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden Prancis pada April dan Mei 2027 ikut membebani pasar. Beberapa survei menunjukkan peluang kandidat dari kelompok sayap kanan cukup kuat.

Sinyal Bahaya dari Pasar Obligasi

Dampak kekhawatiran ini langsung tercermin di pasar surat utang.

Saat ini selisih imbal hasil antara obligasi Prancis dan obligasi Jerman sebagai acuan aset aman melebar ke titik tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Bahkan imbal hasil obligasi Prancis tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,14 persen, level yang tidak terlihat sejak Juli 2002.

Ironisnya, biaya untuk berutang bagi Prancis sekarang lebih mahal dibandingkan Italia, negara yang peringkat kreditnya justru lebih rendah.

Menurut analis Allspring Global Investments, Rushabh Amin, pasar sebenarnya sudah mengantisipasi penurunan peringkat ini. Yang akan lebih menentukan ke depan adalah bagaimana Moody's memberikan pandangan atau outlook untuk periode selanjutnya.

$ads={2} Senada dengan itu, analis dari RBC BlueBay Asset Management, Mike Bell, mengingatkan bahwa risiko terbesar akan muncul jika ketiga lembaga pemeringkat utama kompak menurunkan Prancis ke level BBB. Level tersebut hanya satu anak tangga di atas kategori spekulatif. Jika itu terjadi, banyak manajer investasi global yang terikat aturan peringkat akan dipaksa melepas obligasi Prancis.

Secara teknis, pemangkasan satu tingkat dari Moody's belum akan mengeluarkan Prancis dari kelompok negara layak investasi. Namun, rentetan penurunan bisa mempersempit basis investor yang mau memegang aset Prancis.

Sumber Referensi:

Berita ini diolah dari IDNFinancials: Prancis Terancam Mengalami Penurunan Peringkat Kredit dari Moody's

Post a Comment

Previous Post Next Post